Thursday, August 12, 2010

Tips mem-Format Flashdisk dengan File system NTFS

Kategori Hardware, Tips & Tricks | 63,812 views | 98 Comments Sebagian kita mungkin jarang memperhatikan tipe file sistem yang digunakan Flashdisk kita, apakah itu NTFS, FAT32 atau FAT. Untuk mengetahui file sistem yang digunakan, klik kanan Flashdisk di Windows Explorer dan pilih Properties. Di sana terlihat tipe File System yang digunakan.
Tetapi ketika kita akan mencoba mem-format melalui windows Explorer, mungkin disana tidak ada menu NTFS, adanya hanya FAT32 dan FAT. Bagaimana cara mem-format NTFS dan apa bedanya dengan FAT32 dan juga FAT ?


Mengapa NTFS ?
NTFS merupakan format file system Windows terbaru setelah FAT32, dan mempunyai beberapa kelebihan seperti kemampuan menyimpan tambahan informasi mengenai file/folder (metadata), fitur keamanan, kompresi data, struktur yang lebih baik dan lainnya.
Selain itu, tipe NTFS bisa digunakan untuk mem-format ukuran yang lebih besar, Untuk FAT hanya 2 GB, FAT32 8 TB ( 8.000 GB), sedangkan NTFS bisa sampai 16 EB ( 16 juta TB ). Meskipun demikian, tetap saja NTFS ada kekurangannya, seperti tidak terbaca di Win9x dan proses baca tulis ke disk yang lebih sering.
Karena tiap file/folder menyimpan informasi yang lebih banyak (metadata), maka proses baca tulis tiap file/folder akan lebih sering daripada tipe FAT32 atau FAT, sehingga untuk flashdisk, mempengaruhi umur (daya tahan). Mengingat Memory Flashdisk mempunyai batasan baca tulis. ( artikel tentang menjaga flashdisk agar lebih awet bisa dibaca disini : Karakteristik dan Tips menjaga Flashdisk lebih awet )
Mengaktifkan format NTFS di Windows Explorer
Bisa saja kita mem-format USB Flashdisk dengan tipe NTFS dengan bantuan HP USB Format Tools. Tetapi sebenarnya Windows Explorer bisa melakukannya. Untuk mengaktifkannya bisa diikuti langkah berikut

  1. Buka System Properties dengan cara Klik kanan My Computer > Properties (atau dengan tombol Keyboard Win + Break )
  2. Buka tab Hardware kemudian klik tombol Device Manager
  3. Pilih Disk Drive dan pilih Flashdisk yang ingin di format dengan NTFS, klik kanan, pilih Properties.
  4. Setelah terbuka pilih Tab Policies
  5. Pilih Optimize for performance dan klik OK
  6. Setelah itu coba klik kanan Drive flashdisk di windows Explorer dan pilih menu Format, maka disana seharusnya sudah muncul File System NTFS.
Yang perlu diperhatikan adalah ketika opsi ini diaktifkan, setiap mencabut flashdisk harus selalu melalui Safety Remove Hardware. Jika pilihan adalah “Optimize for quick removal” maka sebenarnya flashdisk bisa langsung dilepas, tanpa Safety Remove hardware
Test antara NTFS, FAT32 dan FAT
Saya telah mencoba beberapa perbandingan (terutama proses meng-copy data) dengan tipe yang berbeda-beda, dan hasilnya sebagai berikut :
  • Copy 11 file (ukuran masing-masing sekitar 170 MB) total sekitar 1.8 GB
    NTFS 04:44 ( 4 menit 46 detik )
    FAT32 05:09 ( 5 menit 9 detik)
    FAT 04:46 ( 4 menit 46 detik)
  • Copy 1.297 files (ukuran antara 1 KB sampai 23 KB) dengan total 8,23 MB
    NTFS 29 detik
    FAT32 56 detik
    FAT 58 detik
  • Kapasitas setelah di Format
    NTFS 2.038.044.672 bytes Used space 12.937.216 bytes (12.3 MB)
    FAT32 2.046.959.616 bytes Used space 4.096 bytes (4.00 KB)
    FAT 2.050.686.976 bytes Used Space 0 bytes
Terlihat proses copy data dengan NTFS, relatif lebih cepat, tetapi ukuran setelah di format sedikit lebih kecil karena memang diperlukan space tambahan yang lebih besar untuk informasi file/folder (metadata). Jika flashdisk sering digunakan untuk proses baca tulis dan tidak begitu memerlukan fitur-fitur NTFS, seperti keamanan data, maka memilih tipe FAT32 mungkin akan lebih baik.
Artikel berikutnya insyaAllah akan membahas tentang memanfaatkan tipe NTFS untuk melindungi Flahsdisk dari Virus yang akan membuat, menghapus atau memodifikasi Autorun.inf dengan program sederhana yang saya buat “Super Autorun”.
sumber http://indofiles.org/showthread.php?t=5381

Trik Mudah Mencari Driver Komputer tanpa Software

Klik kanan icon My Computer > Properties

Pilih tab hadware > Device Manager

Klik kanan driver yang tidak di kenali atau simbol ? berwarna kuning, kemudian pilih properties

Pilih tab Details

Tekan Ctrl+c pada kursor di bawah Device Intence Id

Selanjutnya kita menuju ke website http://devid.info

Paste kan device id yang di kopi tadi

Kemudian driver siap di Download


Sumber: http://thinkcrunch.blogspot.com/2010...er-device.html

Donlot Di Rapid atau Megaupload

http://www.mood-rf.com
klo gk register cuma bisa 3 kali donlot per hari,.
klo register 10 kali donlot per hari..

WARNING
Quote:
"DILARANG KERAS REGISTER 2 AKUN ATO LEBIH,. TAPI IP NYA SAMA,.. ANDA AKAN KENA PERMANENT BANNED."
klo jatahnya abis,. pake yang free aj,. walopun cuma 3 kali per hari..
bisa diakalin dengan mengganti IP,.. biasanya gw pake Super Hide IP..
tapi konsekuensi yang di dapat karena menggunakan Super Hide IP ialah "BROWSING JADI LEMOT"
================================================== =======
Klo rekan² sekalian punya referensi situs jenis ini,. tolong di share iah..
http://www.leechking.com/
http://www[dot]onleech[dot]net => rapidleech/ads
http://hfplg[dot]com => hotfile
http://rsplg[dot]com => rapidshare
http://muplg[dot]com => megaupload

Website Security Systems (Keamanan Website)

Berikut ini sedikit review tentang keamanan website. Semoga Berguna.
Keamanan suatu website atau web security systems merupakan salah satu prioritas yang sangat utama bagi seorang webmaster. Jika seorang webmaster mengabaikan keamanan suatu website, maka seorang hacker dapat mengambil data-data penting pada suatu website dan bahkan pula dapat mengacak-acak tampilan website(deface) tersebut.


Quote:
Pengantar

Keamanan suatu website atau web security systemsmerupakan salah satu prioritas yang sangat utama bagi seorang webmaster.
Jika seorang webmaster mengabaikan keamanan suatu website, maka seorang hacker dapat mengambil data-data penting pada suatu website dan bahkan pula dapat mengacak-acak tampilan website(deface) tersebut.

Quote:
Metode Penyerangan


Berikut adalah beberapa metode yang biasa sering digunakan para hacker untuk menyerang suatu website:
1.Remote File Inclusion (RFI)
2.Local File Inclusion (LFI)
3.SQL injection
4.Cross Site Scripting (XSS)

Quote:
Remote File Inclusion (RFI)
Metode yang memanfaatkan kelemahan script PHP include(), include_once(), require(), require_once() yang variabel nya tidak dideklarasikan dengan sempurna.
Dengan RFI seorang attacker dapat menginclude kan file yang berada di luar server yang bersangkutan.


Local File Inclusion (LFI)
Metode yang memanfaatkan kelemahan script PHP include(), include_once(), require(), require_once() yang variabel nya tidak dideklarasikan dengan sempurna.
Dengan LFI seorang attacker dapat menginclude kan file yang berada di dalam server yang bersangkutan.


SQL injection
SQL injection adalah teknik yang memanfaatkan kesalahan penulisan query SQL pada suatu website sehingga seorang hacker bisa menginsert beberapa SQL statement ke ‘query’ dengan cara memanipulasi data input ke aplikasi tersebut.



Cross Site Scripting (XSS)
XSS dikenal juga dengan CSS adalah singkatan dari Cross Site Scripting.XSS adalah suatu metode memasukan code atau script HTML kedalam suatu website yang dijalankan melalui browser di client.


Tips Keamanan Website
-Ada beberapa cara supaya website kita tidak mudah disusupi oleh para hacker, sehingga dapat mengurangi resiko kerusakan website, antara lain:
Jika anda menggunakan suatu CMS seperti joomla, phpbb, phpnuke, wordpress dan sebagainya, rajinlah mengupdate CMS anda dengan CMS terbaru jika muncul versi yang lebih baru.
-Gunakanlah software seperti Acunetix untuk melakukan scanning atas kelemahan yang bisa terjadi di website anda

Security Pada SQL Server
Pada pembuatan database client-server tidak boleh diabaikan masalah security.

Quote:
Security
database di SQL Server cukup handal untuk databese menengah ke atas. Security system ini berhubungan erat dengan autoritas sebuah client dalam berkomunikasi dengan database. Sebuah user di SQL server dapat kita buat langsung dari SQL Server Enterprise Manager atau mapping dari user di Windows NT/2000. User default Administrator di SQL Server adalah “sa” dengan password . User ID tidak bisa kita ganti, akan tetapi kita bisa membuat User ID yang mempunyai Autoritas yang sama dengan “sa” sebagai Administrator. Password untuk user “sa” dapat kita ganti sesuka kita meskipun database sudah terbantuk. Hal ini tidak akan memberi efek apa-apa pada database. Akan tetapi bisa menyebabkan error koneksi pada aplikasi yang sudah kita bangun sebelumnya. Error koneksi pada aplikasi dapat kita atasi dengan cara membuka source programnya dan mengganti password. Error koneksi tidak akan terjadi di aplikasi jika aplikasi kita bangun dengan koneksi langsung ke database SQL Servernya.
TEKNIK SECURITY
Ada banyak teknik security pada aplikasi. Security pada aplikasi dapat kita ciptakan sendiri dengan cara membuat sebuah tabel user beserta otoritasnya untuk sebuah aplikasi tertentu. Akan tetapi hal ini kurang aman bilamana tabel yang kita buat sampai diketahui oleh orang yang tidak berkepentingan.
Teknik kedua adalah membuat mapping untuk user sebuah Windows Server untuk akses
database. Meskipun hal ini mudah untuk dilakukan akan tetapi kita akan mengalami kendala yang sama pada teknik kedua. Lebih dari itu, akan sangat rawan apabila user kita ceroboh saat meninggalkan komputernya dalam keadaan On dan tanpa Re-Login.
Teknik lain adalah dengan cara mengintegrasikan User di database dengan apikasi. Hal ini sangat terjamin keamanannya, karena encrypt password dan Autoritanya sudah di tangani oleh SQL Server itu sendiri. Kerahasiaan passsword murni ada di tangan user dan administrator database. Tinggal pandai-pandainya kita dalam membangun aplikasi untuk menangani error yang di timbulkan oleh SQL Server. Error hande yang perlu kita tangani diantaranya adalah :
1. Login Error.
2. Autoritas atas permission komponen database (table, view, stored procedure, triger
dan function (Untuk SQL Server 2000))
Untuk lebih mengintegritaskan interface user permission dengan aplikasi kita, sebenarnya dapat
kita tangani dengani memanfaatkan teknik DMO atau NameSpace pada SQL Server (tidak
dibahas pada tulisan ini).
Selain teknik pembuatan user, yang perlu kita perhatikan dalam hal security adalah teknik
koneksi. Teknik koneksi juga banyak macamnya.
Teknik koneksi pertama adalah dengan membuat koneksi untuk sebuah user yang login sampai
dia log off, dan membiarkan user login dengan user id dan password yang sama di komputer
lain. Teknik ini sangat rawan sekali.
Teknik kedua adalah dengan membuat koneksi untuk sebuah user yang login sampai dia log off
dan tidak mengijikan user login di komputer lain dengan user id dan password yang sama.
Teknik ini lebih bagus dari teknik pertama.
Teknik ketiga adalah dengan membuat koneksi untuk sebuah user yang login sampai batas
waktu tertentu jika ia tidak beraktifitas di aplikasi tersebut dan atau sampai ia log off, juga tidak
mengijikan login di komputer lain dengan user id dan password yang sama dengan cara
memutus salah satu koneksinya. Untuk menentukan koneksi mana yang diputus, user ditawari
pilihan, ia akan memakai koneksi yang baru dengan memutus yang lama atau dia membatalkan
koneksi yang baru dengan membiarkan aktif oneksi yang lamanya. Teknik ini sangat aman,
meski agak sulit untuk diterapkan.
CARA MEMBUAT USER DI SQL SERVER
Kita dapat mendefinisikan user-user lain yang akan mengakses database tersebut di SQL Server
Enterprise Manager beserta otoritasnya, seperti Select, Insert, Update, Delete dan Execute. Cara
membuat user baru :
1. Buka SQL Server Enterprise Manager
2. Masuk server yang terkonek.
3. Pilih Security – Logins.
4. Jika memilih Windows NT Authentication, Isikan Domain tempat user login dan pilih type Access (Grant atau Deny). Jika memilih SQL Server Authentication Isikan User ID pada Name, dan password. Pilih database, dan pilih bahasa yang digunakan atau pilih .
5. Kemudian klik tab Server Roles untuk memilih group user dengan segala permissionnya. Roles dapat anda buat untuk kelompok user, supervisor dll, selain yang ada di default dariSQL Server tersebut. Untuk membuat Roles baru, lihat pada bagian Roles.
6. Lalu klik tab Database Access untuk memilih database yang bisa diakses oleh user tersebut. Setelah user baru terbentuk, anda bisa mengeditnya dengan cara klik kanan user tersebut, lalu pilih Properties. Anda bisa mencoba login dengan user tersebut pada Query Analyzer.
CARA MEMBUAT ROLES DI SQL SERVER
Roles adalah sebuah group user, yang artinya mengelompokkan beberapa user SQL Server yang mempunyai hak akses sama. Hal ini memberi kemudahan saat beberapa user dalam kelompok tersebut mengalami perubahan hak akses, sehingga kita tinggal merubah hak akses roles-nya maka user-user yang ada dalam roles tersebut akan ikut berubah.
STANDARD ROLES
Untuk membuat sebuah roles (user group), masuk ke database tertentu lalu pilih roles. Kemudian klik kanan pada window sebelah kanan, pilih New Database Role…
Isikan nama Role yang akan anda buat, lalu pilih anggotanya dengan menekan tombol Add… dan pilih usernya. Setelah sebuah Role terbentuk barulah anda bisa menentukan akses permission pada role tersebut dengan meng-klok kanan role yang anda buat, lalu klik tambol Permissions.
Dari sini anda dapat memilih tabel, view atau stored procedure yang dapat diakses oleh kelompok
user tersebut dengan Select, Insert, Update, Delete, Execute atau DRI (declarative referential
integrity).
CARA MEMBUAT PERMISSIONS
Untuk membuat permission pada sebuah user atau Roles tertentu anda bisa melakukannya dengan cara masuk ke database dimana user tersebut memiliki hak akses, lalu pilih users, lalu properties. Atau pilih Roles lalu klik properties. Kemudian klik tombol permissions.
Dari sini anda dapat menentukan tabel, view atau stored procedure yang dapat diakses oleh user tersebut dengan Select, Insert, Update, Delete, Execute atau DRI (declarative referential integrity).
Anda dapat mengkombinasikan permission pada User maupun pada Role. Kedudukan kedua komponen database tersebut saling melengkapi. Akan tetapi apabila permission pada user dan role bertentangan, maka permission yang tidak mengijinkan akan lebih dominan. Misalnya seorang user U menjadi anggota role R dengan akses tabel X. Padahal permission pada user U tersebut tidak mengijinkan untuk mengakses tabel A. Maka pada implementasinya, user U tersebut tidak akan dapat mengakses tabel A.
Akan tetapi jika ada membuat permission pada user U dapat mengakses tabel A,B,C dan membuat permission pada role R dapat mengakses tabel X,Y,X, dan user U tersebut menjadi anggota dari role R, maka pada implementasinya user tersebut dapat mengakses tabel A,B,C,X,Y,Z.
CARA MENON-ACTIVE-KAN USER
Cara menon-aktive-kan user ada 2 cara, tergantung type dari user tersebut, apakah user tersebut dibuat dari user Windows NT atau dari SQL Server.
Apabila user tersebut dibuat dari user Windows NT, anda dapat melakukannya dengan cara berikut :
Masuklah ke sebuah server dari Enterprise Manager, lalu pilih Security, kemudian klik login. Pada window sebelah kanan pilih user yang akan di non-aktive-kan dengan cara klik kanan, properties. Kemudian pilih option Deny access.
Dengan demikian user tersebut sudah tidak bisa lagi mengakses database yang semula anda definisikan untuknya. Akan tetapi jika setting tersebut anda kembalikan ke Grant access, maka segala setting, baik untuk database, role dan setting akses pada user tersebut akan kembali seperti semula. Sedangkan untuk user yang dibuat dari SQL Server, anda tidak bisa membuat Deny access.
Yang bisa anda lakukan bagi user yang dibuat di SQL Server untuk menon-aktive-kan adalah dengan menghilangkan permission aksesnya untuk semua database. Dengan demikian, user tersebut masih ada akan tetapi tidak mempunyai akses ke database manapun. Saat itu anda lakukan untuk sebuah user, maka semua permission yang telah anda set untuk user tersebut akan hilang. Jika anda ingin mengaktifkan lagi, maka anda harus mengeset user tersebut pada database yang anda inginkan, termasuk juga keanggotaanya pada sebuah role dan permission
akses yang ada pada user tersebut.
CARA MENGHAPUS USER
Untuk menghapus user account, anda dapat melakukannya dengan cara masuklah ke sebuah server dari Enterprise Manager, lalu pilih Security, kemudian klik login. Pada window sebelah kanan pilih user yang akan di hapus dengan cara klik kanan, lalu pilih Delete. WINDOWS NT AUTHENTICATION Vs SQL SERVER AUTHENTICATION
Windows NT Authentication mempunyai manfaat lebih dibandingkan dengan menggunakan SQL Server Authentication.
Pertama, anda tidak perlu membuat user dan permission terpisah di SQL Server untuk
mengakses database. Kedua, keamanan Windows NT menyediakan fitur lebih dibanding SQL Server Authentication. Fitur ini meliputi password expired, panjang minimum password, dan maksimum login saat terjadi kesalahan password.
Ketiga, SQL Server membaca informasi tentang para pemakai dan kelompok manakala pemakai menghubungkan. Perubahan apapun yang dibuat untuk seorang user di account Windows NT akan direlasikan ke user SQL Server.
Akan tetapi penggabungan dua metode di atas akan lebih mudah untuk pengaturannya jika dibanding dengan hanya menggunakan Windows NT Authentication. Metode campuran ini cocok untuk database yang tidak "mission-critical" atau tidak berisi data rahasia. Anda juga bisa menggunakan hanya SQL Server Authentication untuk sebuah database dengan menyerahkan segala fasilitas dan keamanannya pada SQL Server.
sumber http://indofiles.org/showthread.php?t=9538

Menyelam dan Menaklukan Samudra PHP



http://hotfile.com/dl/54568694/3489a49/ebookphpilmuwebsite.rar.html

Lokal

Code:

http://www.maknyos.com/antkmn9cl7mw/indofiles.org.ebookphpilmuwebsite.rar.html

Code:

pass:www.indofiles.org

sumber http://indofiles.org/showthread.php?t=9583

Setting dasar loadbalancing di mikrotik

Mikrotik
adalah salah satu vendor baik hardware dan software yang menyediakan fasilitas untuk membuat router. Salah satunya adalah Mikrotik Router OS, ini adalah Operating system yang khusus digunakan untuk membuat sebuah router dengan cara menginstallnya ke komputer. Fasilitas atau tools yang disediakan dalam Mikrotik Router Os sangat lengkap untuk membangun sebuah router yang handal dan stabil.

ini merupakan salah satu contoh saja settingan dalam mikrotik, tapi sebenernya masih banyak settingan-settingan yang dapat digunakan dalam sebuah jaringan yang kita tanganin, semua tergantung kebutuhan kita.

LOAD BALANCING 2 MODEM speedy
Load balancing yang akan saya posting kali ini adalah load balancing yang digunakan untuk warnet yang memakai 2 line modem, kita asumsikan disini kedua-duanya memakai speedy untuk lebih jelasnya lihat gambar topologi di bawah ini :



Kronologi jaringan nya:
IP modem1 : 192.168.1.1
IP modem2 : 192.168.2.1
jadi nantinya kita setting landcard 1 dan landcard 2 yang sesuai dengan masing-masing modem :
IP landcard 1 : 192.168.1.2
IP landcard 2 : 192.168.2.2
untuk landcard 3 kita hubungkan ke local dengan IP address kelas A jadi kita kasih :
IP landcard 3 : 10.10.10.1

Selanjutnya perintah settingnya :
1. Setting IP address untuk landcard
ip address add address=192.168.1.2 netmask=255.255.255.0 interface=ether1
ip address add address=192.168.2.2 netmask=255.255.255.0 interface=ether2
ip address add address=10.10.10.1 netmask=255.0.0.0 interface=ether3

2. Setting Gateway (kuncinya disini)
ip route add gateway=192.168.1.1,192.168.2.1
jadi settingan diatas berfungsi agar system mencarikan alternatif terbaik dari jalur data yang dipakai

3. Setting DNS, seperti biasa :
ip dns set primary-dns=202.134.1.10 (dns punya speedy)
ip dns set secondary-dns=202.134.0.155

4. Selanjutnya setting NAT nya :
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether2

dah jadi deh, tapi ini merupakan settingan simple yang memanfaatkan 2 modem agar bisa berjalan seimbang, tapi tolong dicatat bahwa settingan diatas, tidak akan bisa stabil bila digunakan untuk warnet yang game online, karena dalam selang beberapa waktu, game yang berjalan akan disconnect, ini disebabkan perpindahan IP public yang telah diatur secara langsung untuk mencarikan alternatif terbaik untuk jalur datanya, cocoknya settingan diatas digunakan untuk warnet yang khusus digunakan Browsing, bukan game online, sekali lagi settingan diatas merupakan settingan dasar/simple dari sebuah mikrotik.

Download tutorialnya :

Code:
http://azerus.110mb.com/files/setting microtic (dasar).pdf


sumber http://indofiles.org/showthread.php?t=2240

Perbaiki 40 Error windows dengan XP Quick Fix Plus

Ada begitu banyak program gratis windows untuk memperbaiki dan mengembalikan kesalahan umum yang sering terjadi di windows XP. Tetapi ada waktu ketika kita hanya ingin memperbaiki salah satu error windows dengan hanya satu klik saja, seperti misalnya mengembalikan Task Manager atau Registry Editor.
Untuk hal itu, kita bisa menggunakan freeware ini, XP Quick Fix Plus.

XP Quick Fix Plus merupakan program kecil dan portable (tidak perlu install) yang berfungsi untuk memperbaiki kesalahan (error) umum yang sering terjadi di windows XP. Program ini mempunyai tampilan yang sederhana, sehingga sangat mudah digunakan. Disertakan 40 fungsi untuk memperbaiki error umum yang sering terjadi.

Program yang hanya berukuran sekitar 584 KB ini cukup praktis untuk disertakan dalam flashdisk dan dijadikan aplikasi standard. Di antara fitur-fiturnya adalah sebagai berikut (total terdapat 40 fitur):

  • Mengaktifkan task manager yang tidak bisa dijalankan (disabled)
  • Mengaktifkan Registry Editor
  • Mengaktifkan Folder Options
  • Menampilkan Run dialog yang hilang
  • Mengaktifkan command prompt
  • Mengembalikan My Computer Properties
  • Mengembalikan Device Manager
  • Boot.ini tab hilang dari MSCONFOG
  • Error klik kanan windows
  • CD/DVD drive hilang atau tidak dikenali
  • Icon Turn Off hilang dari Start menu
  • Mengaktifkan CD autoplay
Penggunaannya sangat mudah. Setelah di download, buka file zip-nya (extract) dan jalankan file lfx.exe. Ketika mouse di tempatkan di salah satu tombol, maka akan ditampilkan penjelasan dan fungsi lebih detail d bagian bawah. Klik saja tombol tersebut untuk memperbaiki error windows sesuai dengan yang informasi yang diberikan.
Selain meyertakan program dengan antarmuka grafis (GUI = Graphical User Interface), disertakan juga aplikasi command line qfc.exeE yang mempunyai 6 fitur, untuk memperbaiki Task Manager, Registry Editor, Folder Options, Run Dialog, My Computer properties dan tidak bisa menjalankan file-fle EXE.
Download XP Quick Fix Plus ( via lifehacker)
sumber http://indofiles.org/showthread.php?t=5385