Thursday, April 23, 2009

Tanya Jawab Anis Merah

Tanya (Widodo Tri):
Mas Duto,
Saya punya anis merah dalam kondisi beberapa bulu ekor sudah seperti lidi dan bulu sayapnya ada yang baru dan ada yang tua/kering sekali dan bulu halus masih muda/kinclong. Tetapi sudah hampir satu bulan burung ini tidak mau mabung-2. Setiap hari saya kasih jangkrik pagi 3 sore 3, dan kroto 2 sendok teh pagi saja. Voor juga sudah saya ganti ( dari chirpy rumput laut ke top song yg bukan rumput laut). Mandi 1 minggu sekali. Dan setiap pada saat mandi, burung tsb mencabuti bulu halusnya sendiri. Tetapi setelah dimandikan burung malah jadi rajin bunyi dan bulunya tidak juga rontok-2.
Kebetulan saya browsing di internet lagi dan menemukan tulisan mas Duto ini. Mohon dong di kasih ilmunya secara detail cara untuk merontokkan bulu anis merah ini, karena saya tidak menemukan di tulisan mas Duto ( diatas ) mengenai jumlah/porsi EF cacing,jangkrik&buah ( apakah masih perlu diberikan? ). Juga apakah perlu tidaknya penjemuran selama dalam treatment perontokan bulu. Kemudian perawatan pada masa mabungnya sendiri bagaimana ya? Dan juga perawatan pasca mabung. Soalnya ini yang kedua kali saya memelihara anis merah. Yang pertama gagal total, karena burung mati setelah mabung tanpa tahu sebabnya. Jadinya saya sangat khawatir terhadap anis merah yang satunya ini. Untuk itu, mohon dong sharing ilmu perawatan anis merahnya. Trim's berat dech atas bantuan mas Duto. Dan ini sangat saya tunggu-2 informasinya.
NB : Burung anis kandeg itu apaan sich, mas ?


Jawab (Duto):
Salam kenal.
Tentang bulu anis merah yang belum rontok meski yang lain malah sudah tumbuh bagus, nggak perlu risau. Tidak perlu dipaksakan untuk di-segera-rontok-kan. Hanya saja, sementara ini buah jangan diberikan dulu; porsi kroto ditambah; tidak dimandikan dan juga tidak dijemur kecuali hanya sebentar saja.
Masalahnya sekarang, apakah Anda memelihara anis itu untuk kicauan dan kesenangan ataukah untuk segera dilego/ditukarkan burung lain. Kalau memang untuk kesenangan, maka rawatlah anis merah secara normal, yakni diberi pakan seperti halnya ketika kondisi normal. Ya dimandikan, ya dijemur, ya diberi EF dg ukuran normal, ya diberi buah. Dengan begitu, anis tetap sehat dan terus bunyi meski dengan kondisi bulu tidak ideal.
Kalau nantinya mau segera dilego dan karenanya anda harus nguber segera utuh kondisi bulunya, ya paksakan saja untuk mempercepat proses ngurak dengan menggenjot porsi kroto; juga menyetop buah, mandi dan jemur.
Tapi hal ini tidak saya sarankan. Lebih baik, rawat saja burung secara normal dan kita nikmati kicauannya tanpa rasa tergesa-gesa untuk melihat semua aspek dari burung kita berada dalam kondisi ideal.
Untuk parawatan pascamabung, ya sama saja dengan kondisi normal. Cuma, jemurnya jangan lama2 karena akan menyebabkan bulu rusak. Juga jangan terlalu banyak jangkrik, dan kroto dan/atau cacing dulu karena akan membuat burung gemuk (biasanya masa-masa sehabis mabung, burung banyak makan). Burung yang gemuk tidak akan rajin berkicau. Kalau tidak, ya malah kandeg. Apa itu kandeg? Kandeg itu istilah jawa untuk burung yang macet bunyi. Banyak burung yang kondisi fisiknya terlihat bagus, mental bagus, tidak terlihat takut terhadap orang atau burung lain, tetapi malsa atau bahkan tidak bunyi. Itulah kandeg, banyak hal yang menyebabkan burung kandeg. Antara lain adalah kegemukan.
Demikian jawaban saya saat ini. Moga-moga bermanfaat.

Tanya (Widodo Tri):
Terima kasih banyak atas masukannya. Sebenarnya saya memelihara anis merah ini adalah untuk tujuan lomba. Karena terus terang saya belum pernah main di burung ini. Sedangkan biasanya saya main lomba di burung-2 type fighter ( kacer, hwamei dan murai batu ). Dan setiap saya ketemu orang yang punya jagoan anis merah, kemudian saya tanya mengenai seluk beluk perawatannya selalu saja mengelak. Justru malah memberikan informasi yang 'menakutkan' yang katanya ginilah atau gitulah kalau memelihara anis merah. Tapi itu justru membuat saya semakin penasaran. Kebetulan dulu waktu saya tugas di jambi, saya sempat browsing dan menjadi anggota milis MPZ, dan saya lihat tulisan maupun penjelasan yang diberikan mas duto itu enak sekali. Tidak menutup-nutupi suatu hal. Cuma sayangnya saya nggak sempat copy banyak mengenai perawatan burung anis merah dan begitu kembali ke jakarta server kantor kena serang virus sehingga semua milis di yahoo di block oleh IT kita. Jadinya saya belum bisa gabung lagi di milis dan saya minta bantuan mas dutonya melalui japri.
Mengenai perawatanan anis merah untuk lomba apakah berbeda sekali dengan perawatan normal seperti yang mas duto tuliskan di bawah? Apakah pemberian extrafooding yang berlebih yg dapat memepercepat rontok bulu punya efek negatif yang besar setelahnya?
Dan saya ingin menanyakan fungsi ekstra fooding. Terutama cacing dan buah. Ada yang memberi informasi kalau pemberian cacing tiap hari akan memudahkan anis merah teler waktu di gantang. Tetapi ada yang memberitahu kalau tiap hari di beri cacing akan membuat burung tsb gembos. Dan buah khususnya apel merah bisa menggelontor/menguruskan burang pasca mabung. DAn katanya itu harus diberikan setiap hari. Yang benar itu gimana mas?


Jawab (Duto)
Ok Mas,
Perawatan anis merah untuk rumahan dan lomba, sebenarnya tidak ada bedanya. Semuanya harus menurut standar kecukupan gizi (untuk makanan) dan perlakuan (agar tidak mudah stress). Cuma saja, biasanya, burung untuk rumahan tidak terawat secara maksimal karena kita hanya memerlukan kicau merdunya setiap hari, setiap saat. Sedang kalau untuk lomba, kita perlu melatihnya bertarung di berbagai arena latihan bersama. Kalau terbukti suaranya "tembus" (keras melebihi kerasnya suara rata-rata burung lain) dan bermental bagus (teler habis dari awal sampai akhir) dengan gaya teler yang bagus (ngipas-- ekor kembang-kempis seperti kipas atau nyacah-- gaya teler dengan kepala mengangguk2 beritme cepat), maka kita pelihara burung itu untuk jagoan di arena lomba.
Sedangkan kalau hanya sebatas gacor tetapi gaya telernya biasa atau hanya teler kalau sendirian misalnya, maka itu cocok untuk burung rumahan.
Intinya, untuk perawatan, sebaiknya tidak ada beda. Harus sama-sama bagus.
Percepatan perontokan dengan penambahan EF (biasanya kroto dan ulat hongkong) bisa dilakukan. Cuma saja, ulat hongkong dibatasi jumlahnya (paling 10-15 ekor) dan itupun hanya ulat hongkong yang sudah diberi makan wortel atau daun pepaya.
Efeknya, burung bisa kegemukan dan kalau sudah kegemukan, sulit sekali menguruskannya lagi. Padahal, burung gemuk biasanya males bunyi.
Soal cacing, ya pastilah dia akan membuat burung mudah teler karena cacing bergizi tinggi dan merangsang burung untuk selalu bergembira ria (hehehehe....setara daging kambing untuk manusia kali ya.....).
Kalau kaitannya dengan gembos, saya kira tidak. Cuma, kalau burung terlalu banyak bunyi ketika sendirian. Maka dia akan mudah gembos kalau ditarungkan. Nah kita pilih mana? Kalau kita perlihara burung untuk kicauan di rumah, ya kalau di rumah nggak usaha dikerodong biar bunyi terus. Kalau mau buat lomba, ya kalau di rumah dikerodong terus agar tidak kehabisan stamina ketika lomba karena sudah bunyi terus sehari-dua hari sebelumnya secara terus menerus.
Kalau burung makan buah jadi kurus itu ya masuk logika sih Mas. Cuma biasanya, pemberian buah harus dibarengi dengan pengurangan jatah pakan lain (vorr-------sumber karbohidrat ataupun EF yang banyak lemaknya spt jangkrik dsb). Kalaupun digelontor buah kok tidak ada pengurangan karbohidrat, ya sama saja bohong.
Kalau kurang karbohidrat dan cuma banyak mengkonsumsi buah, maka burung bisa cepet kurus.
Cuma, pengurangan karbohidrat dan EFnya jangan kebangetan, nanti kurang gizi.
Untuk pengurusan, hal yang paling utama adalah sering memandikan burung di karamba. Dengan mandi di karamba, burung mengeluarkan energi yang besar untuk mengepak2kan dan menggetarkan sayap serta untuk menaikkan suhu tubuh. Jadi itulah sebenarnya, mengapa burung yang sering dimandikan malam hari "relatif" bagus. Sebab, kelangsingan tubuhnya terjaga dan karenanya rajin bernyanyi.
Begitu dulu ya Mas, moga-moga bermanfaat.

Tanya (Widodo Tri):
Sory mas Duto ada pertanyaan yang ketinggalan,
Kalalu anis merah dimasukkan dalam kandang umbaran ( seperti yg biasa saya lakukan untuk burung-2 fighter ) kira-kira boleh nggak ya? Apakah nanti malah bisa terjadi masalah? Ataukah malah sebaliknya, performannya dan fisiknya malah bagus?


Jawab (Duto):
Nggak menjamin jadi bagus Mas. AM itu burung yang relatif peka terhadap perubahan2 kandang, pakan, kondisi dsb. Maunya pengin jadi bagus, bisa-bisa malah jadi jeblok. Terus terang, selama ini belum pernah saya melihat/mendengar ada AM yang diterapi kandang umbaran (untuk meningkatkan stamina dengan cara memaksa dia "berolahraga"). Tapi kalau Anda mau mencobanya, itu sangat bagus.
Tinggal nanti saya menunggu report-nya. Bagaimana? Hehehehe....
Salam,
Duto Solo

1 comment:

LOBO said...

salam kenal Mas Duto.

gini mas saya tu pemula mau tanya, kalau anis merah muda ngriwik tu jantan atau betina, soalnya ada yg mengatakan anis betina pun katanya juga ngriwik, mohon penjelasannya
tks mas duto